What Is Love?



Hai udah lama gue vakum dari blog ini, hari ini aku hanya mau update cerita ajjah. Yah walaupun hanya fiksi penggemar kuharap kalian suka. Hari ini aku bikin tokohnya (Gyu Ri sama II woo) mungkin kalian udah tahu artis ini. Ini hanya fanfic belaka sekedar hiburan ajjah jadi kuharap kalian mau memberi komentar untuk cerita ini. Oh iya alasan aku memilih artis ini karena menurutku mereka cocok dalam tokoh ceritaku ini. Hahaha lebih baik segera dibaca nanti bosen denger ocehan author yang gak jelas. Thanks..... J
Chapter 1
I.           Married
cinta akan datang ketika kita sering bersamanya, bahkan tanpa kita sadari, cinta akan membuat setiap orang bahagia. Walau harus melewati penderitaan dan rasa sakit.

(Gyu Ri*****POV)

Pagi cerah di Seoul, Minggu 4 Januari 2015. Membuat setiap hati orang yang menatap keluar senang dan riang. Tapi tidak denganku pagi ini adalah pagi yang menyedihkan bagiku karena di usiaku yang masih 20 tahun harus menikahi seorang laki-laki yang tak kukenal bahkan tak kucintai. Pernikahanku akan terjadi pada jam 10 pagi ini. pernikahan ini terjadi karena kedua orangtuaku ingin mempeerat hububgan kerjasama perusahaan. Aku tidak bisa menolak permintaan ayahku saat aku, ayah dan ibuku datang ke rumah orang tua pria itu.
“bagaimana anakku dia tampan bukan?” tanya ibuku sambil menyipitkan matanya.
“hn,” ucapku sambil menundukan kepala.
“hahahaha putrimu ternyata pemalu” ucap ayah pria itu.
“ya, seperti itulah Gyu Ri tapi sebenarnya dia adalah gadis yang periang dan penuh semangat” ucap ayah dengan senyum yang menawan.
“bagaimana II woo, kau menyukai gadis itu?” ujar ibu pria yang ku ketahui bernama Jung II Woo.
“iya” ucapnya datar sambil menatapku dingin.
“sepertinya mereka sudah merasa cocok, bagaimana kita percepat pernikahan mereka. Kita adakan minggu 6 januari besok”
“aku setuju”

Air mataku serasa mau keluar dari pelupuk mataku, bahkan aku harus menggigit bawah bibirku agar aku tidak berteriak.
Padahal ada banyak impian yang ingin aku kejar, impianku sebagai seorang penyanyi dan pedancer.

.............................................................................................

Jam 10 pagi

Aku menatap diriku di depan cermin, kini diriku sudah tampil beda dari biasanya. Aku mengenakan gaun putih panjang dengan tatanan rambut yang diikat memberi kesan elegan pada mahkota rambutku dengan hiasan mawar putih di atasnya. Aku tak mampu menahan air mataku yang telah jatuh, bahkan aku tidak peduli dengan make up tebal yang kupakai. Tanpa peduli dengan wajah sedihku si perias tetap sibuk mendadaniku.
“apa aku harus menikahinya, orang yang tidak pernah kucintai. Kenapa harus aku? Apa karena dia adalah salah satu pewaris perusahaan grup jingkuk? Sehingga orangtuaku memaksa menikahinya?”

(flashback*****on)

Aku bahkan masih mengingat jelas saat ibuku memohon kepadaku di rumah sebelum berangkat menemui keluarga Jung dirumahnya. Dia menangis dan bersimpuh di depanku.
“kumohon nak, kau harus mau menikahi pria itu agar ayahmu masih dapat meneruskan perusahaan itu, ayahmu terancam bangkrut kaulah satu-satunya yang dapat menyelamatkan perusahaan ayahmu. Tolonglah nak ibu mohon.”
 Aku tak tega melihat ibuku seperti itu aku ikut berjongkok dan memegangi kedua tangannya.
“baik ibu, aku akan menikahinya. Aku akan mencobanya, aku akan membantu ayah”
“terima kasih nak, maaf ibu telah membuatmu kecewa” isak ibuku.
‘tidak ibu, Gyu Ri senang jika ayah dan ibu baahagia”
Aku dan ibuku saling berpelukan.
“ibu yakin kau akan bahagia dengannya”
Aku semakin mengeratkan pelukanku pada ibuku dan mencurahkan tangis bersama.

(flashback****off)

Masih teringat jelas ingatan itu di kepalaku. Saat aku sedang berpikir tentang pernikahan ini tiba-tiba pintu terbuka. Ternyata yang membuka seorang pria menggunakan jas hitam dengan rambut model boyband berwarna coklat kehitaman itu yang sudah berdiri di depan pintu sambil melipat kedua tangannya, dia adalah calon suamiku Jung II Woo.
“aku ingin berbicara dengan pengantinku, tolong kalian keluar” ucap Jung.
“baik tuan” ucap penata rias dan seluruh pelayan.

Akhirnya di dalam kamar hanya tinggal aku dan dia.
“baik nona Nam Gyu Ri aku kesini hanya ingin membuat perjanjian denganmu” ucap Jung dengan dingin dan menghampiri kursiku.
“perjanjian? Perjanjian apa?” tanyaku penasaran.
“perjanjian yang aku buat setelah menikah” ucapnya dengan nada datar dan gaya soknya.
Aku menatapnya dingin, ingin rasanya aku menerkam wajahnya. Tapi aku masih punya harga diri, aku tidak mau mengotori tanganku dengan bekas wajah pria ini. jujur jika dilihat dari dekat Jung memang pria yang tampan tanpa ada noda sedikitpun, kalau dipikir-pikir dia adalah pria idola semua wanita. Tapi tidak berlaku denganku, bahkan aku merasa jijik dengan tingkahnya yang sangat sombong itu.
“begini nona Nam Gyu Ri, setelah menikah aku mau mengadakan 4 perjanjian” ucap Jung sambil mengangkat 4 jarinya dengan sebelah alis terangkat.
“sebutkan apa perjanjiannya” jawabku tak kalah ketusnya.
“baik, perjanjian pertama setelah menikah aku ingin kita berpisah kamar dan aku tidak akan pernah menyentuhmu. Kedua, aku ingin kau berbelanja keperluan pribadimu dengan menggunakan uangmu sendiri kecuali keuangan keluarga, ketiga aku ingin kita berpura-pura mesra seakan rumah tangga kita baik-baik saja, dan yang terakhir kita bisa berhubungan khusus dengan orang lain seperti pacaran tanpa memperdulikan status kita sebagai suami istri”
Aku mendengar dengan seksama dan tidak berpikir panjang, aku pun menjawab.
“ya baik.”
“bagus, kau tahu bagiku kau hanya seorang gadis bodoh yang mau jadi boneka oleh orangtuanya” ucapnya dengan nada menghina.
“heh, tuan Jung II Woo jangan sekali-kali membawa nama orang tuaku dalam masalah ini. jika kau melakukannya sekali lagi aku tidak segan-segan memukulmu meski kau suamiku”
“ternyata kau gadis yang kasar tidak seperti yang ku kira” ujar Jung tersenyum sinis.
”Aku akan selalu kasar di depanmu, karna aku tidak menyukaimu.” Ucapku serius sambil menunjuk jari telunjukku di depan wajahnya.
Dia hanya tersenyum jahat padaku dan meninggalkanku di ruang tata rias. Aku merasa badanku lemas, tapi aku harus terlihat kuat di depannya. Aku tidak mau terlihat lemah di depannya.
“apa-apaan dia, beraninya menghinaku” runtukku dalam hati.

..............................................................................................
(Author******POV)

Lalu.........
Alunan musik yang indah menggema di seluruh ruang altar,  Gyu Ri berjalan dengan anggunnya menuruni tangga sambil membawa seikat bunga. Semua orang yang datang terpesona akan kecantikannya bahkan orang tuanya pun terharu melihat putri pertamanya menikah dan tampil cantik dengan gaun pengantin.
Jung yang sudah menunggu di bawah tangga menyambut Gyu Ri dengan menggenggam tangannya dan menariknya menuju ke meja altar untuk mengikat janji suci pernikahan.
“Jung II Woo maukah kau menerima Nam Gyu Ri dalam keadaan sehat maupun sakit dan selalu menerima kelebihan maupun kekurangannya, dan maukah engkau selalu ada di sampingnya sampai maut memisahkan?” ucap sang pendeta.
“saya bersedia” ucap Jung lantang.
“Nam Gyu Ri maukah kau menerima Jung II Woo dalam keadaan sehat maupun sakitdan selalu menerima kelebihan maupun kekurangannya, dan maukah engkau selalu ada di sampingnya sampai maut memisahkan?” ucap sang pendeta kembali.
“s...s...saya bersedia” ucap Gyu Ri gugup.
“baik kalian sekarang sah menjadi suami istri, kalian boleh berciuman” ucap sang pendeta kembali.
Gyu Ri terkejut mendengar ucap sang pendeta, bahkan ia tak dapat bernafas apalagi wajahnya memerah ketika wajah sang suami Jung semakin dekat kerahnya. Rasanya semua badan Gyu Ri kaku ketika ia dapat merasakan hembusan nafas sang suami menerpa wajahnya. Namun, ketika bibir mereka mulai menyatu. Semua tamu undangan disana terkejut dan berhambur ke arah sang pengantin wanita karena, tiba-tiba sang pengantin wanita jatuh pingsan. Tapi untungnya dengan sigap Jung dapat menangkap Gyu Ri sehingga kepalanya tidak terbentur lantai.
“dasar gadis bodoh” runtuk Jung kesal.

..............................................................................................

(Gyu Ri ***** POV)
          Aku membuka mataku perlahan sampai kulihat dengan jelas sebuah cahaya lampu yang menerpaku. Aku terbangun dengan perasaan terkejut saat aku menyadari bahwa ternyata aku sudah ada si dalam kamar yang berdinding putih, dan berhiasan bunga mawar putih di dalamnya.
“apa yang terjadi?” batinku.
Aku cukup lama dengan lamuanku sampai-sampai sebuah suara yang familiar bagiku terdengar di gendang telingaku.
“rupanya kau sudah bangun, gadis bodoh”
Aku menoleh dan kulihat suamiku Jung tengah berdiri di dekat balkon dengan tangan dilipat di dada dan berdiri dengan sombongnya.
“apa yang terjadi?” tanyaku penasaran.
“apa kau tidak ingat heh, kau pingsan saat aku mau menciummu. Apa kau tidak pernah dicium sehingga kau pingsan begitu, benar-benar bodoh” ucapnya kesal.
“memangnya kenapa, b...bukankah kau bilang kau tidak akan menyentuhku”
Dia terdiam sebentar mendengar jawabanku.
“hah kau ini menyusahakanku saja, lebih baik kau turun dari ranjang itu. Aku mau tidur”
“a....a..apa? kenapa kau mengusirku. Bukannya kau pergi saja ke kamar yang lain”
“ahh, kau ini benar-benar gadis yang bodoh jika aku pergi ke kamar lain. Orang tuaku akan curiga kenapa pengantin baru pisah kamar pada malam pertama. Lebih baik kau cepat pergi”
Aku pun turun dari ranjang yang nyaman ini.
“lalu aku tidur di mana, aku tidak mau tidur di lantai”
“kau tidur di sofa itu saja” ucapnya sambil menunjuk ke arah sofa yang ada di samping almari.
Aku memasang wajah sebal, bisa-bisanya ada pria yang menyuruhku istrinya tidur di sofa. Aku segera pergi ke sofa dan membaringkan tubuhku disana hanya gaun pengantin yang masih kupakai tapi rambutku sudah tergerai panjang tanpa adanya bantal dan selimut. Ku coba menutup mata dan menunggu sang raja siang naik di tahtanya.

TBC........

Perbedaan

Aku berjalan menapaki rumput, ku pergi sekolah tuk menuntut ilmu, kugapai cita- citaku dengan belajar..... ketika ku berjalan kulihat gadis turun dari mobil "hai ra!!! bareng yuk" ujar lisa denganku. "ah gak usah repot- repot...." balasku
"gx papa kok ra, ayo..." paksanya.
aku hanya mengangguk dan mengikuti keinginannya. Lisa adalah anak yang baik walaupun kaya ia gx pernah sombong.... meskipun aku anak yang kurang mampu, hanya dia yang mau mendekatiku.... sementara anak- anak yang lain malah menjauh dan sering mengoloku. Pernah waktu itu Risa menumpahkan bekalku ke bajuku sehingga seragamku kotor dan ia tidak mau bertanggung jawab melainkan ia malah melarikan diri.... hanya Lisa yang mau menolongku dan menjadi temanku. Meskipun begitu aku sangat bersyukur bisa mempunyai teman sebaik ia, dan aku yakin kalau perbedaan itu hanyalah sesuatu yang melengkapi satu sama lain

Perbedaan

Aku berjalan menapaki rumput, ku pergi sekolah tuk menuntut ilmu, kugapai cita- citaku dengan belajar..... ketika ku berjalan kulihat gadis turun dari mobil "hai ra!!! bareng yuk" ujar lisa denganku. "ah gak usah repot- repot...." balasku
"gx papa kok ra, ayo..." paksanya.
aku hanya mengangguk dan mengikuti keinginannya. Lisa adalah anak yang baik walaupun kaya ia gx pernah sombong.... meskipun aku anak yang kurang mampu, hanya dia yang mau mendekatiku.... sementara anak- anak yang lain malah menjauh dan sering mengoloku. Pernah waktu itu Risa menumpahkan bekalku ke bajuku sehingga seragamku kotor dan ia tidak mau bertanggung jawab melainkan ia malah melarikan diri.... hanya Lisa yang mau menolongku dan menjadi temanku. Meskipun begitu aku sangat bersyukur bisa mempunyai teman sebaik ia, dan aku yakin kalau perbedaan itu hanyalah sesuatu yang melengkapi satu sama lain

Cahaya

Kau menerangi jalanku                                   
Kau slalu menerangi malam
Kau slalu mengalahkan kegelapan
Sinarmu begitu terang
Hingga benda kau sinari begitu jelas

Kau slalu berada di setiap orang
Yang tak tampak oleh mata
Cahaya hati yang menerangi
kejahatan di hati

Cahaya....
Betapa agungnya kau yang telah di ciptakan
Untuk kebutuhanku dan semua orang
Tapi kenapa juga kau diabaikan
Cahayamu yang slalu ditutup oleh payung hitam

Takut akan keberadaanmu
Takut bertatap mata denganmu
Takut akan panasmu
Tapi aku senang kau tetap menyinari
bumi beserta isinya.....

cinta

Dapatkah aku melukis cinta untukmu?
Mengguratkan sejuta warna
yang bisa membuatmu indah..

Dapatkah aku melukis cinta untukmu?
Seperti notasi mimpi kupu-kupu
bersayap biru,
Terbang bersama menuju negeri pelangi..

Dapatkah aku melukis cinta untukmu?
Mengisyaratkan lelahku di jalan resah!

Keindahan Pantai

Ketika ku pandang laut
Kulihat ombak bergulung- gulung
Menyambut kedatanganku
Disusul angin sepoi- sepoi
Yang membawa kesejukan pada diriku

Betapa cantiknya dirimu 
Yang telah mempersembahkan keelokanmu
Karang, pohon kelapa, pasir, angin, laut
Dan semua yang telah kaupersembahkan padaku

Daun kelapa mulai melambai

Seakan- akan ikut menari dengan berbagai kesenangan
Dari canda, tawa, senang, gemuruh ombak
Seakan- akan membuat shympony

Tapi keindahanmu semakin terlihat 
Ketika matahari terbenam
Bagaikan langit kemerahan
Sebagai akhir hiburanku

Aku pun berharap semoga 
Kecantikanmu tetap dijaga dan
dimanfaatkan dengan semestinya





 




 

Sahabat Sejati

Dan jika berkata, berkatalah kepada aku
tentang kebenaran persahabatan?..Sahabat
adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan
kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan
mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.
Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut
membisikkan kata tidak di kalbumu sendiri,
pun tiada kau menyembunyikan kata ya.
Dan bilamana ia diam, hatimu tiada kan
henti mencoba merangkum bahasa hatinya;
karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman
persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan
keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita
yang utuh, pun tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita;
Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya,
mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya,
bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki,
nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.
Dan tiada maksud lain dari persahabatan
kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan.
Karena kasih yang masih menyisakan pamrih,
di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih,
tetapi sebuah jala yang ditebarkan:
hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya,
Untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.
Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan.

- Copyright © princess girl - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -

Hetalia: Axis Powers - Liechtenstein